Negri yang kaya tetapi rakatnya melarat

Kita ditakdirkan untuk lahir di belahan bumi yang kaya raya ini, tetapi rakyat kita masih melarat.bagaimana ini  bias terjadi? Salah satu yang pokok adalah karena tidak banyak orang Indonesia yang mau mengambil peran sebagai perantara yang dapat membuahkan hasil transformasinya kekayaan alam menjadi kekayaan warganya. Profesi itu disebut Entrepreneur atau Wirausaha. Saya setuju sekali yang dikatakan sang bengawan manajemen dunia Mr.Pater Drucker yang mengatakan 
  •       Entrepreneur is neither a science or an art  (Pengusaha bukanlah ilmu atau seni).
  •        it is a practice (ini adalah praktik).
Heran juga mengapa kewirausahaan diajarkan kepada para mahasiswa secara  science, makanya dapat dikatakan tidak membuahkan hasil yang berarti. Kita harus gelorakan para mahasiswa untuk berpraktek bisnis walaupun dari ukuran yang sangat kecil.
* Kisah nyata :   

  • Ada bos besar dari perusahaan besar di Indonesia yang di era mahasiswanya merangkap menjadi loper Koran.
  • Kolongmerat bapak Ciputra juga jualan kue dari rumah kerumah pada masa remajanya, disaat itulah beliau belajar Entrepreneurship, sehingga pada waktu mendapat gelar S1 dari ITB sebenarnya beliau “sudah S3 Entrepreneur.” 
  • Bapak Bob sadino yang berani belajar Entrepreneurship lewat berdagang kecil-kecilan dimasa mudanya. Banyak sekali kisah-kisah parah orang sukses di indosesia lewat Entrepreneur, lalu mengapa kita sebagai MAHASISWA tidak ingin seperti itu……..jadikan semua ini sebagai bahan renungan masadepan dan jangan hanya mengandalkan kiriman dari orang tua……

 By: Iskandar